Wisata Petualangan Mengunjungi 4 Suku Pedalaman Di Indonesia

by novput

Indonesia merupakan negara yang penuh keberagaman, salah satunya keberagaman suku. Ada lebih dari 300 kelompok suku bangsa di Indonesia, pastinya kalian tidak asing lagi dengan suku-suku besar seperti suku batak, suku sunda, suku Betawi, suku jawa, maupun suku-suku lainnya yang ada dan memang sudah umum dikenal oleh masyarakat dan memiliki angka populasi yang besar. Namun, selain suku yang tersebut, sampai saat ini masih banyak pula suku pedalaman yang masih misterius dan tidak diketahui oleh banyak orang. Yaitu suku pedalaman yang tinggal di pedalaman Indonesia. Masih terasing dan belum tersentuh modernisasi, karena warga yang tinggal di suku tersebut masih sangat menjunjung tinggi tradisi, adat istiadat, dan budaya mereka. Berikut beberapa suku pedalaman di Indonesia yang wajib kalian ketahui.

  • Suku Kubu, Jambi
  • Suku Mentawai, Sumatra Barat
  • Suku Korowai, Papua
  • Suku Polahi, Gorontalo

Suku Kubu, Jambi

Suku Kubu atau biasa dikenal dengan Suku Anak Dalam yang merupakan salah satu suku pedalaman di Indonesia yang hidup di Pulau Sumatra. Salah satu suku pedalaman ini memiliki populasi suku yang diperkirakan mencapai 200.000 penduduk. Menurut penduduk sekitar, Suku Kubu ini terbagi dalam 3 kelompok wilayah, yaitu di Kabupaten Merangin, Kabupaten Muara Bungo, dan di daerah perbatasan Jambi dan Sumatra Selatan, yang dikenal dengan sebutan Kubu Rawas.

Sistem kepercayaan yang mereka anut di suku ini pun masih kuno, karena ini mayoritas mereka menganut kepercayaan animise yaitu dimana percaya kepada makhlus halus atau roh yang mula-mula muncul dikalangan manusia primitif. Dan kehidupan di suku pedalaman ini, mereka sering sekali berpindah-pindah dari satu hutan ke hutan lain.

Mata pencaharian di suku pedalaman ini yaitu berubu, dengan menggunakan tombak bermata besi, parang sebagai senjata, dan lembing kayu. Menurut informasi dari penduduk sekitar alasan orang Kubu memilih hidup terasing di pedalaman hutan yaitu dengan alasan takut bertemu dengan masyarakat desa ataupu masyarakat kota.

Suku Mentawai, Sumatra Barat

Suku Mentawai merupakan salah satu suku pedalaman kuno yang berada di kepulauan Mentawai di wilayah Sumatra Barat sejak 500 sebelum masehi yang membuat kebudayaan dan tradisi mereka dimiliki sangat kuat dan tidak terpengaruh oleh masyarakat luar. Untuk populasi di suku ini diperkirakan sekitar 64.000 penduduk.

Masyarakat di suku ini mata pencarian untuk menjalani kehidupannya biasanya dengan cara berburu, dan hidupnya berpindah-pindah hutan. Ada tradisi unik di suku pedalaman ini, yaitu dukun di Suku Mentawai ini wajib hukumnya menggunakan tato yang merupakan sebuah identitas dan menggambarkan keseimbangan penghuni hutan dengan alam. Bahan tato yang mereka gunakan berbahan alami seperti arang.

Kepercayaan yang dianut oleh suku ini disebut dengan Sabulungan, yang dimana kepercayaan animisme segala sesuatu memiliki roh, termasuk benda yang mereka anggap suci sekalipun. Karena, ketika arwah tidak diperlakukan dengan baik, maka dipercaya bahwa akan membawa nasib buruk untuk penduduk disana.

Suku Korowai, Papua

Suku Korowai merupakan salah satu suku pedalaman yang ada di Indonesia. keberadaannya ditemukan sejak tahun 1980 di pedalaman Papua, polulasi penduduk di suku ini diperkirakan mencapai 3000 orang, jika suku lain di Papua menggunakan koteka sebagai pakaian, keunikan suku Korowai tidak menggunakan pakaian apapun.

Penduduk yang ada di suku ini, mereka hidup di rumah yang dibangun di atas pohon, rumah yang dibangun di atas pohon ini tingginya mencapai hingga 50 meter dari permukaan tanah, juga bisa menghindari dari binatang buas, dan serangan dari iblis yang kejam.

Mereka juga sangat menghargai nenek moyangnya, sehingga menganggap rumah yang dibangun di atas pohon merupakan warisan dari leluhur yang harus tetap diterapkan, sehingga penduduk tetap merasa nyaman dan aman. Salah satu alasannya juga membuat agar mereka tidak terpengaruh dunia luar.

Suku Polahi, Gorontalo

Suku Polahi yang merupakan salah satu suku pedalaman yang ada di Gorontalo. Penduduk di suku ini mempunyai keunikan yaitu memilih mengasingkan diri sejak dari zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Indonesia.

Polahi yang berarti pelarian dalam Bahasa Gorontalo, juga merupakan sekelompok orang yang tinggal di hutan lereng gunung Boliyohuto. Pada zaman VOC suku ini lebih memilih mengasingkan diri ke hutan karena pada sekitar abad ke-17 nenek moyang Suku Polahi ini menolak peraturan dan penindasan dari VOC kala itu, maka nenek moyang mereka memilih mengasingkan diri ke dalam hutan dan membentuk komunitas untuk berpindah dari hutan ke hutan lain. Selain mereka berpindah hutan ke hutan lain, karena hal itu terjadi ketika kematian datang menjemput salah satu dari keluarga mereka.

Penduduk yang ada di Suku Polahi ini masih juga menggunakan tanaman sejenis daun woka sebagai pakaian yang mereka pakai. Di suku ini juga dikenal tidak memiliki agama apapun dan di Suku Polahi ini ada keunikan sendiri yaitu Perkawinan Sedarah, yang dimana kakak bisa menikahi adik, ada pula ayah bisa menikahi anak kandungnya asalnya suka sama suka.

Namun banyak masih banyak masyarakat menganggap suku Polahi bukan orang Gorontalo, karena penduduk di suku ini mendapat julukan sebagai manusia yang ketinggalan zaman dan primitif.

You may also like

Leave a Comment